Flutter adalah sebuah alat yang membuat kita bia membangun aplikasi antar platform (iOs, Android) secara native atau native cross-platform dengan menggunakan satu bahasa pemrograman dan satu basis kode. Native cross-platform yang dimaskud bukan sebuah aplikasi web yang dibungkus oleh native app tetapi kita benar benar membangun dua aplikasi berbeda untuk iOs dan Android yang kemudian bisa kita distribusikan ke Apple App Store maupun Google Play Store. 

Kenapa Jangan Pakai Flutter ?

Saya akan menjelaskan secara singkat kenapa jangan pakai Flutter untuk pengembangan Mobile App.

  •   Perusahaan yang pakai Flutter masih sedikit (Jangan berharap jadi programmer Flutter).
  •   Komunitas Flutter baru berkembang, kalau mau nyari resource ataupun nanya-nanya masih sulit.
  •   Plugin-pluginnya masih banyak bug. Terkadang agak tricky buat nyelesaiin masalahnya.

Kenapa sih harus pakai flutter ?

Jika kita berbicara bagaimana cara membuat aplikasi Android maupun iOS, biasanya kita akan dihadapkan banyak pilihan dengan apa kita akan membangun aplikasi tersebut. Metode-metode yang bisa kita pakai antara lain:

  •   Metode Native, kita dapat menggunakan bahasa pemograman Native yang dimiliki/disupport oleh  penyedia platform. Seperti Java & Kotlin untuk Android. Dan Objective-C & Swift untuk iOS.
  •   Metode Hybrid, kita dapat menggunakan bahasa pemograman Web (HTML, CSS, Javascript). Misalnya  menggunakan framework React Native, Nativescript (Angular).

Berikut adalah kelebihan serta janji-janji dari Flutter:

  • Mengembangkan aplikasi Android dan iOS dari satu codebase.
  • Native Performance hingga 60 FPS 
  • Fitur Hot-reload yang membuat kita dapat mengubah code saat aplikasi sedang berjalan.
  • Customize interface dan user experience dengan fleksibel tanpa limitasi OEM Widgets.

Leave a Comment

Your email address will not be published.